Maumere, NTT · 26 October 2026 1 online · 81 hari ini
Terbaru
Pendidikan

Sukses di Kanada, Johni Doy Kembali Berbagi Beasiswa untuk Pelajar di Ngada dan Nagekeo

Redaksi  ·   ·  282 dibaca
Sukses di Kanada, Johni Doy Kembali Berbagi Beasiswa untuk Pelajar di Ngada dan Nagekeo

HARIAN FLORES.COM - BAJAWA -
Putra Ngada yang telah 32 tahun menetap di Toronto, Kanada, Johni Doy, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di tanah kelahirannya.

Johni memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius (SMAFIX) Boawae, Kabupaten Nagekeo, dan SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada.

Di SMAFIX Boawae, bantuan tersebut merupakan kali kedua diberikan Johni. Bantuan diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Pleno Komite Sekolah, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kepala SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius Boawae, Bruno Kewo Ule, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Johni Doy yang datang langsung dari Kanada untuk memberikan dukungan kepada para siswa.

Bruno mengatakan, bantuan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi siswa dan guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mengembangkan bakat peserta didik.

“Kami sangat bangga karena Bapak Johni Doy yang jauh-jauh dari Kanada bisa hadir dan memberikan bantuan bagi siswa berprestasi di sekolah kami,” ujar Bruno kepada Media ini Kamis, (8/10/2026)

Ia berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dipertahankan, termasuk dukungan dan masukan untuk pengembangan SMAFIX Boawae ke depan.

Johni mengatakan, kepeduliannya terhadap dunia pendidikan berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan sangat penting dalam membentuk kehidupan seseorang.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya diperoleh melalui sekolah, tetapi juga melalui keluarga dan lingkungan masyarakat.

Ia mengaku terpanggil membantu SMAFIX Boawae setelah bertemu dengan kepala sekolah pada Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, kepala sekolah menyampaikan kondisi dan kebutuhan sekolah kepadanya.

“Bantuan yang saya berikan mungkin belum seberapa, tetapi mudah-mudahan dapat mengetuk banyak hati untuk turut membantu lembaga pendidikan SMA Swasta Katolik Fransiskus Xaverius Boawae,” ucapnya.

Johni menegaskan dirinya berkomitmen untuk tetap memberikan perhatian kepada SMAFIX Boawae.

Pada Senin, 5 Oktober 2026, Johni juga memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi di SMA Swasta Katolik Regina Pacis Bajawa.

Kunjungan tersebut memiliki makna khusus bagi Johni karena Regina Pacis merupakan almamaternya. Ia merupakan alumni SMA Regina Pacis Bajawa angkatan 1987.

Di hadapan guru dan siswa, Johni menceritakan perjalanan hidupnya setelah meninggalkan tanah kelahiran dan menetap di Toronto selama 32 tahun.

Ia mengatakan, dirinya lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang ASN, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Menurut Johni, membangun usaha di negara orang bukanlah pekerjaan mudah. Bersama mendiang istrinya, Kristine Gulyas, ia memulai usaha kecil di bidang retail dengan mendatangkan berbagai produk dari sejumlah negara.

Mereka kemudian fokus mendatangkan produk-produk Indonesia ke Kanada. Usaha tersebut berkembang secara bertahap hingga kini Johni memiliki enam outlet yang tersebar di enam kota di Kanada.

Kepada para siswa, Johni menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak diperoleh secara instan.

Ia meminta generasi muda untuk memiliki ketekunan, kerja keras, disiplin dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Apa pun bisa kalau kita mau berjuang. Saya bangga terhadap Recis yang terus berkembang,” imbuhnya.

Johni juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya mengejar kepintaran, tetapi juga membangun karakter dan menjadi pribadi yang baik.

“Lebih baik menjadi orang baik daripada menjadi orang pintar, karena orang pintar belum tentu baik,” tandasnya.

Selain disiplin dan kerja keras, Johni meminta siswa memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, termasuk untuk mengembangkan kreativitas dan peluang usaha.

Atas kiprahnya di bidang usaha dan hubungan bisnis Indonesia-Kanada, Johni mengaku dalam dua tahun terakhir mendapat penghargaan dari Menteri Perdagangan RI pada 2025 dan dari Presiden Prabowo pada 2026 melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kanada.

Bagi Johni, pencapaian tersebut bukan alasan untuk berhenti berbagi. Ia justru ingin pengalaman hidupnya menjadi motivasi bagi generasi muda di tanah kelahirannya.

“Sebelum berbuat yang terbaik bagi orang lain, yang terpenting adalah berbuat baik untuk diri sendiri,” pungkasnya. (*)

Bagikan: