Maumere, NTT · 26 October 2026 1 online · 57 hari ini
Terbaru
Daerah

Demi Nikmati Listrik, Warga Loworongga Nila di Ende Siap Pikul 18 Tiang PLN

Redaksi  ·   ·  174 dibaca
Demi Nikmati Listrik, Warga Loworongga Nila di Ende Siap Pikul 18 Tiang PLN

HARIAN FLORES. COM, ENDE –
Warga Dusun Loworongga, Desa Nila, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini belum menikmati layanan listrik dari PT PLN (Persero). Demi mendapatkan penerangan, masyarakat bahkan menyatakan siap bergotong royong memikul 18 tiang listrik dari desa tetangga menuju permukiman mereka.

Ketiadaan akses jalan raya menuju Dusun Loworongga menjadi salah satu kendala utama masuknya jaringan listrik ke wilayah tersebut. Padahal, titik akhir jaringan listrik PLN di Dusun Leke, Desa Kekasewa, hanya berjarak sekitar 800 meter dari permukiman warga Loworongga.

Berdasarkan survei lapangan yang dilakukan petugas PLN beberapa tahun lalu, penyambungan jaringan listrik ke wilayah tersebut diperkirakan membutuhkan 18 tiang listrik.

Tokoh Adat Loworongga, Muhamad Subhandi, mengatakan masyarakat siap membantu proses pengangkutan material secara swadaya apabila kendaraan pengangkut tidak dapat menjangkau lokasi akibat keterbatasan akses jalan.

"Kalau kendalanya mobil tidak bisa masuk karena belum ada jalan, kami siap gotong royong pikul tiang-tiang itu sampai lokasi. Yang penting listrik bisa masuk," ujar Subhandi, Sabtu, (24/10/2026).

Ia menegaskan, masyarakat juga bersedia menggunakan jalur laut dengan perahu motor untuk membantu distribusi material apabila memungkinkan.

"Kalau muat dengan motor laut juga kami siap pikul. Seperti yang saya bilang, asal listrik bisa masuk," tegasnya.

Menurut Subhandi, keseriusan warga untuk menghadirkan listrik di wilayah mereka juga ditunjukkan melalui kesediaan merelakan sebagian lahan perkebunan untuk dilalui jaringan listrik. Kesepakatan tersebut telah dibicarakan bersama masyarakat melalui musyawarah.

Warga juga telah menyurati pihak PLN ULP Ende beberapa waktu lalu untuk menyampaikan permohonan agar jaringan listrik segera menjangkau Dusun Loworongga.

Namun, hingga kini, masyarakat masih menantikan realisasi penyambungan jaringan listrik yang menjadi kebutuhan dasar mereka.

Ketiadaan listrik berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga. Anak-anak terpaksa belajar pada malam hari menggunakan lampu pelita, sementara aktivitas masyarakat menjadi terbatas setelah matahari terbenam.

Kondisi tersebut juga menghambat pengembangan potensi ekonomi lokal karena warga belum dapat memanfaatkan energi listrik untuk mendukung berbagai kegiatan produktif secara optimal.

Bagi masyarakat Loworongga, listrik bukan sekadar sarana penerangan, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang pendidikan, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kualitas hidup keluarga.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Ende bersama PT PLN (Persero) ULP Ende segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan mengambil langkah konkret agar jaringan listrik dapat menjangkau wilayah mereka.

Mereka berharap keterbatasan akses jalan tidak menjadi penghalang berlarut-larut, terlebih masyarakat telah menyatakan kesediaan untuk bergotong royong mengangkut tiang listrik serta merelakan lahan perkebunan demi mendukung pemasangan jaringan.

Dengan jarak jaringan listrik yang relatif dekat dan dukungan masyarakat setempat, warga Loworongga berharap penantian mereka untuk menikmati penerangan listrik segera berakhir. *(EB)

Bagikan: