Selamatkan Anak dari Pneumonia, Paroki St. Yosef Freinademetz Mautapaga Gandeng Umat
Oleh: Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc
(Penulis adalah Dosen Prodi Keperawatan Ende)
HARIAN FLORES. COM. - ENDE -
Pneumonia masih menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan anak balita. Penyakit infeksi saluran pernapasan ini merupakan salah satu penyebab utama kematian anak dan masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Di Kabupaten Ende, khususnya wilayah kerja Puskesmas Kota Ende, penemuan kasus pneumonia balita masih perlu ditingkatkan. Data tahun 2024 menunjukkan capaian penemuan kasus baru mencapai 58,5% dari target kabupaten dan sekitar 17% di wilayah Puskesmas Kota Ende.
Rendahnya capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan keluarga dan masyarakat dalam mengenali tanda awal pneumonia masih perlu diperkuat. Tanda seperti napas cepat, tarikan dinding dada, dan sesak napas sering kali belum dikenali sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Berangkat dari kondisi tersebut, sinergi antara tenaga kesehatan, masyarakat, dan lembaga keagamaan menjadi penting. Melalui kerja sama dengan Paroki St. Yosef Freinademetz Mautapaga, edukasi kesehatan dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun Gerakan Ramah Anak, khususnya dalam mendukung kesehatan dan keselamatan anak di lingkungan keluarga dan komunitas.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Yuliana Rias Mayasari, Sp.Pd. memberikan penguatan mengenai pneumonia pada anak, meliputi tanda dan gejala serta tanda bahaya yang perlu segera mendapatkan penanganan medis. Materi ini membantu orang tua dan umat memahami kapan anak perlu segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Penguatan dari sisi deteksi dini dan keterlibatan kader diberikan oleh Syaputra Artama, S.Kep., Ns., M.Kep. Materi diarahkan pada kemampuan mengenali tanda awal pneumonia serta peran kader dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Pius Kopong Tokan, SKM., M.Sc. memberikan penguatan pada aspek pemberdayaan masyarakat. Kader dan komunitas didorong untuk menjadi bagian dari upaya penyebarluasan informasi kesehatan sehingga pesan tentang pencegahan dan deteksi dini pneumonia tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diteruskan di lingkungan umat dan masyarakat.
Kegiatan ini juga melibatkan kader gereja, tokoh umat, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Selain pembekalan, dikembangkan pula media edukasi berupa poster dan leaflet yang disesuaikan dengan karakteristik serta budaya lokal agar lebih mudah dipahami dan digunakan dalam penyuluhan.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 77% setelah mengikuti pembekalan. Sementara itu, penggunaan media edukasi menunjukkan tingkat keberhasilan sekitar 80% dalam membantu penyebaran informasi mengenai pencegahan dan deteksi dini pneumonia pada anak balita.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa gereja dan komunitas umat dapat mengambil peran strategis dalam mendukung kesehatan anak. Gerakan Ramah Anak di Paroki St. Yosef Freinademetz Mautapaga tidak hanya berbicara tentang menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, tetapi juga memastikan anak mendapatkan perhatian terhadap kesehatan sejak dini.
Ke depan, sinergi antara Gereja, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak keluarga mampu mengenali tanda bahaya pneumonia dan mengambil tindakan secara tepat. Dengan kepedulian bersama, upaya pencegahan dan deteksi dini pneumonia dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang semakin sehat dan ramah bagi anak di Kabupaten Ende.*