Maumere, NTT · 26 October 2026 1 online · 74 hari ini
Terbaru
Rohani

Renungan Katolik, Minggu 27 September 2026 : Menyesal, Bangkit, dan Melakukan Kehendak Bapa

Redaksi  ·   ·  261 dibaca
Renungan Katolik, Minggu 27 September 2026 : Menyesal, Bangkit, dan Melakukan Kehendak Bapa

HARIAN FLORES. COM -

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita menyaksikan banyak orang yang antara perkataan dan tindakannya tidak sejalan. Dan hanya sedikit orang yang berkata tidak, tetapi kemudian menyesal. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXVI.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 21: 28 - 32, yakni perumpamaan tentang dua orang anak. Para saudaraku, ada dua anak yang diminta ayahnya bekerja di kebun anggur. Yang sulung berkata manis: “Ya, Bapa”, tetapi tidak pergi. Yang bungsu berkata tegas: “Tidak mau”, namun kemudian menyesal, berubah HATI, dan akhirnya bekerja.

Yesus menegaskan: yang melakukan kehendak ayahnya bukanlah si sulung yang pandai berkata “ya”, melainkan si bungsu yang akhirnya bertindak.Inilah gambaran hidup kita. Banyak orang manis di mulut, tetapi kosong di perbuatan. Karakter ABS (Asal Bapak Senang) tumbuh subur: pandai berkata “ya” di depan atasan, pemimpin, pasangan, bahkan Tuhan, tetapi tidak pernah sungguh taat. Dunia modern penuh dengan citra, pencitraan, dan kata-kata indah. Kita fasih berjanji, fasih bicara tentang kebaikan, fasih mengucapkan doa, tetapi sering gagal mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Sebaliknya, ada orang yang awalnya berkata “tidak”: menolak, keras kepala, bahkan melawan. Namun ketika HATI nurani berbicara, ia menyesal, bangkit, dan berubah. Kata “tidak”-nya bukan akhir cerita, melainkan awal pertobatan. Inilah yang berharga di mata Tuhan: bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang lahir dari HATI yang jujur.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, Tuhan tidak mencari anak yang pandai berkata “ya”, tetapi anak yang sungguh melakukan kehendak-Nya. Lebih baik berkata “tidak” lalu menyesal dan bertobat, daripada berkata “ya” tetapi tidak pernah melangkah.

Hidup kita bukan dinilai dari manisnya kata-kata, melainkan dari BUAH nyata yang kita hasilkan. Jangan terjebak dalam karakter ABS yang hanya menyenangkan Tuhan dengan bibir, tetapi mengecewakan-Nya dengan hidup.

Ingatlah: penyesalan yang benar selalu bergerak dari HATI yang hancur menuju kaki yang melangkah.“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.” (Mat 7:21). Amin.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah aku selama ini lebih sering berkata “ya” di hadapan Tuhan dan sesama, tetapi tidak sungguh melakukannya dalam tindakan nyata?

2. Apakah aku terjebak dalam sikap Asal Bapak Senang, manis di mulut, tetapi kosong di perbuatan?

3. Pernahkah aku berkata “tidak” kepada Tuhan, lalu menyesal, bangkit, dan berubah? Apakah aku berani menjadikan penyesalan itu sebagai langkah nyata menuju pertobatan?

Selamat berefleksi dan Selamat berhari Minggu

Doa Singkat

Ya Bapa,
ampunilah kami yang sering manis di bibir, tetapi kosong dalam perbuatan. Lembutkan HATI kami agar berani menyesal, bangkit, dan sungguh melakukan kehendak-Mu. Jauhkan kami dari sikap Asal Bapak Senang, dan jadikan kami anak-anak yang taat, yang berkata “ya” dengan hidup, bukan hanya dengan mulut. Amin.

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Bagikan: