Maumere, NTT · 26 October 2026 1 online · 57 hari ini
Terbaru
Pendidikan

Pulihkan Mental Guru Pascagempa, BGTK NTT Latih 21 Fasilitator di Ende

Redaksi  ·   ·  345 dibaca
Pulihkan Mental Guru Pascagempa, BGTK NTT Latih 21 Fasilitator di Ende

HARIAN FLORES.COM, ENDE -
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melatih 21 guru dari sejumlah sekolah di Kabupaten Ende menjadi fasilitator pendampingan psikososial bagi guru-guru yang terdampak gempa bumi.

Pelatihan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Layanan Dukungan Sosial Pascabencana ini berlangsung selama empat hari, 16–19 Oktober 2026, bertempat di Aula SMA Katolik St. Petrus Ende.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan pendampingan psikososial agar mampu membantu guru-guru lain mengatasi tekanan psikologis setelah mengalami bencana.

Para peserta diharapkan menjadi fasilitator yang dapat memberikan dukungan kepada sesama guru, khususnya mereka yang masih mengalami rasa takut dan panik akibat gempa bumi, sehingga dapat kembali menjalankan tugas mengajar secara normal.

Pengawas Pendidikan pada Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Juan Tandafatu, mengatakan dampak gempa bumi tidak hanya dirasakan pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis para guru.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi dan kesiapan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah.

“Seperti yang kita ketahui, kemarin kita dilanda bencana gempa. Oleh karena itu, BGTK Provinsi NTT berinisiatif melakukan pendampingan psikososial bagi guru-guru karena dampak gempa membuat mereka mengajar dalam keadaan takut dan panik,” kata Juan saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pendampingan psikososial menjadi salah satu upaya penting untuk membantu guru memulihkan kepercayaan diri dan mengatasi tekanan emosional setelah menghadapi situasi bencana.

Dengan kondisi psikologis yang lebih baik, para guru diharapkan dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan tenang dan optimal.

Juan juga berharap program pendampingan psikososial dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, tidak hanya ketika terjadi bencana alam.

“Harapan saya, guru-guru dapat melakukan proses mengajar secara normal. Saya juga berharap kegiatan seperti ini diadakan secara rutin tanpa harus menunggu terjadinya gempa atau bencana alam lainnya,” ujarnya.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh BGTK Provinsi NTT bekerja sama dengan BGTK Provinsi Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam memberikan dukungan sosial dan psikologis kepada sesama guru yang terdampak bencana.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebanyak 21 peserta diharapkan dapat memperoleh bekal yang memadai untuk mendampingi guru-guru lain di Kabupaten Ende.

Melalui pelatihan ini, para fasilitator diharapkan mampu menerapkan layanan dukungan psikososial di lingkungan sekolah sesuai dengan kebutuhan guru yang terdampak gempa.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membantu pemulihan kondisi psikologis tenaga pendidik, tetapi juga mendukung keberlangsungan proses pembelajaran agar tetap berjalan dengan baik di tengah situasi pascabencana.*(MCRD)

Bagikan: