Intermittent Fasting pada Gen Z, Sehat atau Berisiko Kekurangan Energi?
HARIAN FLORES.COM, KUPANG — Tren intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten semakin dikenal di kalangan Generasi Z. Berbagai konten di media sosial mempromosikan pola makan ini sebagai cara untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan metabolisme.
Namun, di balik popularitasnya, muncul pertanyaan penting : apakah pola makan ini benar-benar aman bagi semua orang, terutama kelompok usia muda yang masih membutuhkan asupan gizi seimbang?
Puasa intermiten merupakan pola makan yang mengatur waktu makan dan waktu berpuasa. Efeknya terhadap tubuh dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada kondisi kesehatan, kebutuhan energi, kualitas makanan, serta cara penerapannya. Karena itu, mengikuti tren diet tanpa memahami kebutuhan tubuh justru dapat meningkatkan risiko kekurangan asupan energidan zat gizi.
Benarkah Intermittent Fasting Mengendalikan Hormon Lapar dan Kenyang?
Salah satu klaim yang sering ditemukan di media sosial adalah bahwa intermittent fasting dapat menyeimbangkan hormon lapar dan kenyang secara otomatis. Dua hormon yang berperan dalam pengaturan nafsu makan adalah ghrelin, yang berkaitan dengan rasa lapar, dan leptin, yang berperan dalam pengaturan rasa kenyang serta keseimbangan energi.
Namun, respons kedua hormon tersebut terhadap puasa tidak selalu sama pada setiap orang. Perubahan pola makan, durasi puasa, status gizi, dan kondisi metabolisme dapat memengaruhi respons tubuh.
Oleh karena itu, klaim bahwa intermittent fasting pasti menyeimbangkan hormon leptin dan ghrelin belum dapat dijadikan kesimpulan umum. Penilaian terhadap manfaat diet ini perlu didasarkan pada bukti ilmiah, bukan hanya pengalaman individu atau informasi yang viral di media sosial.
Apa yangTerjadi pada Tubuh Saat Berpuasa?
Dari perspektif bioenergetika, tubuh memiliki mekanisme untuk mempertahankan ketersediaan energi ketika asupan makanan berkurang. Pada tahap awal, tubuh memanfaatkan cadangan.
Oleh : Maria Regina Moi Pea
Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana Dosen Pengampu : Prof. Dr.Intje Picauly, M.Si.