Maumere, NTT · 26 October 2026 1 online · 85 hari ini
Terbaru
Daerah

Haze Selimuti Ende, Udara Kabur Sejak Pagi hingga Picu Ancaman Karhutla

Redaksi  ·   ·  134 dibaca
Haze Selimuti Ende, Udara Kabur Sejak Pagi hingga Picu Ancaman Karhutla

HARIANFLORES.COM, ENDE - Fenomena haze atau udara kabur menyelimuti wilayah Kabupaten Ende dan sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (30/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026) pagi.

Kondisi tersebut mulai terlihat sejak pagi. Meski cuaca di wilayah Kabupaten Ende terpantau cerah, langit dan udara tampak berkabut sehingga mengurangi kejernihan pandangan. Fenomena udara kabur ini kemudian berangsur berkurang pada sore hari.

Fenomena tersebut kembali muncul pada Kamis (1/10/2026) pagi.

Haze merupakan kondisi atmosfer ketika partikel-partikel kering, seperti debu, asap, maupun polutan lainnya, melayang di udara. Keberadaan partikel tersebut membuat kondisi langit tampak keruh dan dapat mengurangi jarak pandang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa kondisi udara kabur yang terjadi di Ende dapat berkaitan dengan kondisi kekeringan ekstrem yang diperkuat oleh fenomena El Niño.

“Itu yang mengakibatkan udara kabur karena kondisi yang kering, jadi udara kabut bisa karena lembap, bisa juga karena kering,” jelas Sti Nenotek saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kondisi udara yang sangat kering menjadi salah satu faktor yang dapat memicu munculnya fenomena udara kabur. Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di wilayah Pulau Flores.

Udara kabur juga dilaporkan terjadi di wilayah Kupang pada waktu yang sama.

Meski demikian, kondisi udara kabur yang terjadi di Ende disebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kesehatan manusia. Dampak yang perlu menjadi perhatian justru berkaitan dengan kondisi lingkungan, terutama meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Rendahnya tingkat kelembapan udara membuat vegetasi dan material di permukaan tanah menjadi lebih mudah kering. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, khususnya di tengah periode cuaca yang kering.

“Karena kelembapannya rendah, jadi potensi kebakaran hutan itu tinggi sekali,” pungkas Sti Nenotek.

Fenomena haze yang muncul di sejumlah wilayah NTT ini menjadi salah satu gambaran kondisi atmosfer yang kering. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan vegetasi dan lahan yang mudah terbakar, perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama kondisi kering masih berlangsung. (*)

Bagikan: