20 Unit KDKMP di Ngada Rampung 100 Persen, Wabup Apresiasi Progres Pembangunan
HARIAN FLORES.COM, NGADA – Sebanyak 20 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 100 persen pembangunan fisik gerai. Sementara itu, lima unit lainnya telah menjalani tahapan pra-verifikasi dan validasi, sedangkan 99 unit koperasi masih dalam proses pembangunan.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Program KDKMP Kabupaten Ngada di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Ngada, Selasa (20/10/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri para camat, kepala desa dan lurah, serta pengurus dan pengawas koperasi.
Dalam sambutannya, Bernadinus menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kodim 1625 Ngada, perangkat desa dan kelurahan, pengawas dan pengurus koperasi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Menurutnya, program KDKMP harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan karena memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
Ia menjelaskan, koperasi diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, memperluas akses terhadap barang dan jasa, memperkuat usaha produktif, serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.
Bagi Kabupaten Ngada, program KDKMP juga menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, mengoptimalkan potensi lokal, serta membangun kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik setiap desa dan kelurahan.
Bernadinus berharap, melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak dapat membangun kesepahaman dan menyepakati langkah-langkah strategis untuk mempercepat pelaksanaan program KDKMP di Kabupaten Ngada.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah atau pengurus koperasi, tetapi seluruh pihak yang terlibat sesuai dengan peran dan kewenangannya.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak bekerja dengan semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Bernadinus menyebutkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi ekonomi yang besar di sektor pertanian, peternakan, perdagangan, usaha mikro, serta berbagai produk lokal yang dapat dikembangkan melalui kelembagaan koperasi.
Menurutnya, apabila dikelola secara tepat melalui koperasi yang sehat dan profesional, potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Pemerintah Kabupaten Ngada berharap, pelaksanaan program KDKMP tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik gerai, tetapi juga diikuti dengan penguatan kelembagaan, pengelolaan usaha yang profesional, dan pengembangan unit usaha sesuai potensi masing-masing desa dan kelurahan.
Dengan demikian, keberadaan KDKMP diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Ngada.*(WD)