Titik Api Kebakaran Masih Terpantau hingga Selatan Gunung Iya
HARIANFLORES.COM, ENDE – Sejumlah titik api yang muncul di badan Gunung Iya, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, masih terpantau hingga Kamis (24/9/2026).
Titik api tersebut sebelumnya mulai terlihat pada Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru petugas Pos Pemantau (Posmat) Gunung Iya, Amirudin Jaafar, titik api masih terlihat dalam pengamatan 24 September 2026 dan telah mencapai bagian selatan Gunung Iya.
Meski demikian, status aktivitas Gunung Iya masih berada pada Level II atau Waspada. Status tersebut ditetapkan berdasarkan hasil pengamatan aktivitas gunung api selama periode 24 September 2026, mulai pukul 00.00 hingga 24.00 WITA.
Dalam laporan aktivitas Gunung Iya, kondisi meteorologi di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup dengan kecepatan lemah, sedang hingga kencang, dengan arah dominan menuju tenggara dan selatan.
Suhu udara di sekitar kawasan Gunung Iya tercatat berkisar antara 23,3 hingga 29,1 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 65,3 hingga 83,9 persen.
Adapun tekanan udara tercatat berkisar antara 757,56 hingga 759,06 mmHg.
Dari hasil pemantauan visual, kondisi Gunung Iya teramati berkabut dengan tingkat kabut mulai dari 0-I, 0-II hingga 0-III.
Dalam periode pengamatan tersebut, asap kawah tidak teramati. Namun, petugas masih melihat adanya titik api di badan Gunung Iya hingga bagian selatan.
Kemunculan titik api ini menjadi bagian dari aktivitas yang terus dipantau oleh petugas Posmat Gunung Iya untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api dan potensi bahaya yang dapat ditimbulkan.
Selain pengamatan secara visual, aktivitas kegempaan di Gunung Iya juga masih tercatat selama periode tersebut.
Tiga jenis gempa teridentifikasi, yakni gempa vulkanik dalam, gempa tektonik lokal, dan gempa tektonik jauh.
Untuk gempa vulkanik dalam, tercatat sebanyak 5 kejadian. Gempa tersebut memiliki amplitudo antara 3,15 hingga 6,91 mm, nilai S-P 1,24 hingga 3,2 detik, dengan durasi gempa berkisar 17,12 hingga 24,39 detik.
Sementara itu, gempa tektonik lokal tercatat sebanyak 14 kejadian. Amplitudonya berada pada kisaran 2,17 hingga 21,11 mm, dengan nilai S-P 5,41 hingga 9,88 detik dan durasi gempa 30,88 hingga 66,95 detik.
Sedangkan gempa tektonik jauh tercatat sebanyak 26 kejadian. Gempa ini memiliki amplitudo 2 hingga 42,5 mm, nilai S-P 10,1 hingga 46,98 detik, serta durasi antara 47,12 hingga 184,76 detik.
Dengan mempertimbangkan hasil pengamatan visual, meteorologi, dan aktivitas kegempaan tersebut, Gunung Iya masih ditetapkan pada Level II atau Waspada.
Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Iya, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawasan dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Iya.
Larangan tersebut berlaku untuk aktivitas yang dilakukan melalui jalur darat maupun laut di dalam radius yang telah ditetapkan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah. Hal ini untuk menghindari potensi bahaya paparan gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap aktivitas Gunung Iya terus dilakukan. Perkembangan kondisi gunung api dipantau secara berkala untuk mengetahui perubahan aktivitas serta potensi bahaya yang mungkin terjadi.