Tim SAR Kerahkan Penyelam dan Drone Bawah Air, Cari Veronica Korban Hilang KM Feronia di Labuan Bajo
HARIANFLORES.COM, LABUAN BAJO - Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga operasi SAR hari ketiga berakhir pada Kamis (15/10/2026), korban yang merupakan warga negara Indonesia tersebut belum ditemukan.
Dalam upaya pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan 104 personel dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran permukaan laut, penyelaman di sejumlah titik, hingga penggunaan drone bawah air untuk menjangkau area yang sulit diperiksa oleh penyelam.
Kecelakaan pelayaran tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026), ketika KM Feronia, kapal wisata tradisional jenis pinisi dengan tonase GT 51, bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 WITA.
Sekitar pukul 14.30 WITA, saat melintasi perairan Pulau Tatawa, kapal dilaporkan melewati pusaran arus laut hingga posisinya miring, kemudian terbalik dan akhirnya tenggelam.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, KM Feronia mengangkut 30 orang atau person on board (POB), terdiri atas 25 penumpang dan lima anak buah kapal (ABK). Sesaat setelah menerima laporan kejadian, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi dan pencarian korban.
Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan bersama sejumlah kapal dan speedboat yang berada di sekitar lokasi kejadian berhasil mengevakuasi 29 orang. Sementara itu, satu penumpang bernama Veronica Beatrix Jessica masih dalam pencarian.
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan beberapa armada laut.
Pada pukul 15.00 WITA, sebanyak 14 orang dievakuasi menggunakan speedboat Red Whale 2 menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan tiba pada pukul 15.30 WITA. Selanjutnya, pada pukul 15.02 WITA, empat orang lainnya dievakuasi menggunakan speedboat Mac Cruise dan tiba pada pukul 15.50 WITA.
Kemudian, pada pukul 16.10 WITA, tujuh orang dievakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK milik Pos SAR Manggarai Barat. Pada waktu yang sama, empat orang lainnya dievakuasi menggunakan Sea Rider KSOP Labuan Bajo.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan, hingga pukul 18.00 WITA, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sedangkan satu penumpang masih belum ditemukan.
Keterbatasan jarak pandang dan kuatnya arus laut menjadi kendala dalam pelaksanaan operasi pada hari pertama. Pencarian kemudian dilanjutkan pada Rabu (14/10/2026).
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica. Kegiatan diawali dengan briefing serta pengecekan kesiapan personel dan peralatan pada pukul 06.00 WITA.
Pada pukul 07.00 WITA, tim bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan sejumlah armada laut, di antaranya RIB Pos SAR Manggarai Barat, Rigid Buoyancy Boat (RBB) Lanal Labuan Bajo, RBB KSOP Labuan Bajo, serta Sea Rider KP Bima milik Polair Baharkam Polri.
Operasi tersebut turut didukung KP Mengkudu milik Polres Manggarai Barat, speedboat Waikiko 1, speedboat Waikiko 2, dan speedboat Elrora. Sebanyak 63 personel SAR Gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian hari kedua.
Fathur Rahman menjelaskan bahwa pencarian dilakukan melalui penyisiran di sekitar lokasi kejadian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Tim juga merencanakan penyelaman untuk membantu menemukan korban yang masih hilang.
Unsur SAR yang terlibat meliputi personel Pos SAR Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, KSOP Labuan Bajo, Satpolair Polres Labuan Bajo, Gahawisri, P3KOM, serta Polair Baharkam Polri.
Namun, hingga perkembangan operasi berikutnya, Veronica masih belum ditemukan sehingga pencarian kembali dilanjutkan dengan pengerahan personel dan peralatan yang lebih besar.
Pada hari ketiga operasi SAR, Kamis (15/10/2026), upaya pencarian kembali ditingkatkan. Kegiatan diawali dengan pengecekan kesiapan personel dan peralatan pada pukul 06.00 WITA.
Selanjutnya, pada pukul 06.45 WITA, sebanyak 104 personel Tim SAR Gabungan bergerak menuju area pencarian.
Fathur Rahman mengatakan, pencarian dilaksanakan di sekitar lokasi kejadian hingga perairan Pulau Padar. Area pencarian dibagi berdasarkan sektor masing-masing Search and Rescue Unit (SRU) agar penyisiran dapat dilakukan secara terarah.
“Pencarian dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga perairan Pulau Padar. Area pencarian dibagi sesuai sektor masing-masing SRU,” kata Fathur Rahman.
Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan laut, penyelaman di sejumlah titik, serta pemantauan menggunakan drone bawah air. Ketiga metode tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan pencarian, termasuk di area yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
Dalam operasi hari ketiga, tim penyelam melakukan pencarian di sejumlah titik dengan kedalaman yang berbeda.
Pada pukul 09.15 WITA, enam penyelam dari Tim A melakukan penyelaman hingga kedalaman sekitar 20 meter. Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.20 WITA.
Lima menit kemudian, tepatnya pukul 09.20 WITA, enam penyelam dari Tim B juga melakukan pencarian pada kedalaman sekitar 22 meter hingga pukul 10.20 WITA.
Pencarian bawah air dilanjutkan pada siang hari. Pada pukul 11.40 WITA, lima penyelam dari Tim B kembali melakukan penyelaman hingga pukul 12.22 WITA. Sementara itu, empat penyelam dari Tim A mulai menyelam pada pukul 11.45 WITA dan mengakhiri kegiatan pada pukul 12.20 WITA.
Upaya pencarian kembali dilakukan pada sore hari. Pada pukul 16.03 WITA, empat penyelam dari Tim A melakukan penyelaman hingga kedalaman sekitar 42 meter. Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 16.46 WITA.
Meski penyelaman dilakukan di sejumlah titik dengan kedalaman yang bervariasi, hingga operasi hari ketiga berakhir, korban masih belum ditemukan.
Selain mengandalkan penyelam, Tim SAR Gabungan juga menggunakan teknologi drone bawah air milik PT Famindo yang dibawa oleh KM Hiu Macan 03 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Kupang.
Perangkat tersebut digunakan untuk membantu pemantauan di sekitar perairan Pulau Tatawa Kecil dan Batu Bolong, dengan jarak sekitar 1,1 mil laut serta jangkauan kedalaman hingga 90 meter.
Penggunaan drone bawah air diharapkan dapat membantu tim memeriksa area yang sulit dijangkau penyelam, terutama pada kedalaman yang membutuhkan peralatan khusus.
Pengerahan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pencarian terhadap Veronica di tengah luasnya area perairan yang harus disisir.
Di tengah proses pencarian, sebuah kapal nelayan menemukan satu tangki selam yang terapung di perairan selatan Pulau Padar pada pukul 11.45 WITA.
Informasi mengenai temuan tersebut diterima Tim SAR Gabungan pada pukul 12.22 WITA dan kemudian ditindaklanjuti sebagai bagian dari rangkaian operasi pencarian.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum memastikan keterkaitan tangki selam tersebut dengan korban KM Feronia.
Pada hari yang sama, KPC Polair Polda NTT bersama keluarga korban juga melaksanakan doa bersama sebelum melanjutkan penyisiran ke arah utara Pulau Padar.
Hingga operasi SAR hari ketiga berakhir, Veronica Beatrix Jessica masih belum ditemukan. Seluruh unsur SAR Gabungan kemudian kembali ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi.
Pencarian selanjutnya dijadwalkan kembali pada Jumat (16/10/2026), mulai pukul 06.00 WITA.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dan meningkatkan koordinasi di lapangan guna menemukan satu korban yang masih hilang.
Berdasarkan data operasi SAR, KM Feronia mengangkut total 30 orang, terdiri atas 25 penumpang dan lima ABK. Sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sedangkan satu orang masih dalam pencarian.
Korban yang masih dalam pencarian:
Kewarganegaraan: Indonesia
Daftar penumpang yang berhasil dievakuasi:
Joshua David Beck — Amerika Serikat
Daftar ABK yang berhasil dievakuasi:
Falens Tinus Gordi — Indonesia
Dengan demikian, berdasarkan daftar yang tercantum dalam data awal, terdapat 24 nama penumpang dan lima nama ABK yang berhasil dievakuasi, sementara satu penumpang masih dalam pencarian.