Serap Aspirasi di Nangaroro Nagekeo, Dipo Nusantara Bawa Pesan Pembangunan Berkelanjutan
HARIAN FLORES.COM - NAGEKEO — Anggota MPR RI Fraksi PKB, N. M. Dipo Nusantara Pua Upa, menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Dipo saat melakukan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (16/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan” itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.
Dipo mengatakan, pembangunan tidak semestinya hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
Menurut dia, setiap kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan daya dukung lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kita ingin pembangunan memberikan manfaat ekonomi, tetapi pada saat yang sama tidak meninggalkan persoalan baru bagi generasi berikutnya. Karena itu, suara masyarakat harus menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan,” ujar Dipo.
Ia menjelaskan, masyarakat daerah memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai kondisi lingkungan serta berbagai persoalan yang muncul akibat pembangunan. Karena itu, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Dipo juga memastikan aspirasi yang dihimpun dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pertemuan. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan untuk dibawa ke tingkat nasional sesuai dengan fungsi representasi yang dijalankannya sebagai anggota MPR RI.
“Tugas kami adalah mendengar, mengawal, dan memperjuangkan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah harus mendapat ruang dalam pembahasan kebijakan nasional,” katanya.
Sementara itu, Pegiat Pemberdayaan Masyarakat, Chellys Zangky Tibo, yang hadir sebagai salah satu narasumber, mengatakan pembangunan berwawasan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengawasan.
Menurut Chellys, masyarakat memiliki pengetahuan lokal mengenai kondisi lingkungan, potensi daerah, serta persoalan yang dihadapi sehari-hari. Pengetahuan tersebut dinilai penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan.
“Pembangunan akan lebih kuat ketika masyarakat dilibatkan sejak awal. Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai kondisi lingkungan, potensi daerah, maupun persoalan yang dihadapi,” jelas Chellys.
Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat juga dapat membantu memastikan program pembangunan berjalan sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan lingkungan masyarakat.
Chellys berharap forum penyerapan aspirasi seperti itu dapat menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah sehingga kebutuhan warga dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan.
Kegiatan penyerapan aspirasi di Kecamatan Nangaroro tersebut diikuti masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan. Berbagai masukan yang disampaikan selanjutnya dihimpun menjadi bahan bagi Dipo Nusantara dalam menjalankan fungsi representasi dan menyuarakan kebutuhan masyarakat daerah di tingkat nasional. (*)