Konferwil V LMND NTT di Kefamenanu Fokus Perkuat Pendidikan Anggota dan Kerja Organisasi
HARIAN FLORES.COM KEFAMENANU - Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-V di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada 10-12 Oktober 2026.
Konferwil tersebut akan menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus membahas arah organisasi, pendidikan anggota, konsolidasi serta agenda kerja LMND NTT dalam merespons berbagai persoalan sosial di daerah.
Ketua EW LMND NTT, Gunawan, mengatakan konferensi tidak hanya diarahkan untuk memilih kepemimpinan baru, tetapi juga mengevaluasi kerja organisasi selama periode sebelumnya.
“Konferwil ke-V bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Ini ruang untuk mengevaluasi kerja-kerja organisasi sekaligus mempertegas kembali arah perjuangan LMND NTT,” ujar Gunawan kepada media ini, Selasa (22/09/2026)
Menurut dia, penguatan pendidikan anggota menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian.
Pertumbuhan organisasi, kata Gunawan, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas anggota dalam memahami persoalan sosial dan kondisi masyarakat.
Ia menilai anggota organisasi mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus mampu menghubungkan pengetahuan dengan realitas yang dihadapi masyarakat.
“Pendidikan organisasi harus melahirkan anggota yang mampu berpikir kritis, bekerja secara kolektif dan memahami persoalan rakyat,” katanya.
Gunawan mengatakan hasil Konferwil nantinya diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kerja organisasi di masing-masing daerah.
Agenda tersebut antara lain pendidikan anggota, penguatan basis, advokasi dan pengorganisasian masyarakat.
Selain agenda internal organisasi, Konferwil V EW LMND NTT juga akan membahas sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pendidikan, kesejahteraan masyarakat, ekonomi kerakyatan, kesempatan kerja, pembangunan daerah serta kondisi masyarakat di kawasan perbatasan.
Sekretaris EW LMND NTT, Pirlo Luron, mengatakan pemilihan Kefamenanu sebagai lokasi konferensi memiliki makna tersendiri bagi organisasi.
Menurut Pirlo, pelaksanaan konferensi di Kefamenanu menjadi kesempatan untuk memperluas konsolidasi dan membawa pengalaman anggota dari berbagai daerah ke dalam forum bersama.
“Menempatkan Kefamenanu sebagai tuan rumah bukan hanya soal lokasi pelaksanaan konferensi. Ada pesan bahwa gerakan mahasiswa harus tumbuh dari berbagai wilayah, termasuk daerah perbatasan,” tandas Pirlo.
Ia mengatakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di setiap wilayah NTT memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pembahasan dalam Konferwil diharapkan tidak hanya berangkat dari persoalan internal organisasi, tetapi juga dari kondisi konkret yang ditemukan di lapangan.
Pirlo menegaskan organisasi mahasiswa perlu membangun hubungan dengan masyarakat melalui kajian, pendidikan, pengorganisasian dan advokasi.
Konferwil V EW LMND NTT akan mempertemukan delegasi dari sejumlah Eksekutif Kota (EK) dan komisariat LMND dari berbagai daerah di NTT.
Selain evaluasi kepengurusan, forum tersebut akan membahas program kerja organisasi serta pemilihan kepemimpinan baru EW LMND NTT untuk periode berikutnya.
Gunawan berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam konferensi memiliki tindak lanjut yang jelas setelah forum berakhir.
“Setelah Konferwil selesai, kerja justru baru dimulai. Semua keputusan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di masing-masing wilayah,” imbuhnya.
Ia mengatakan LMND NTT perlu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas anggota agar mampu membaca dan merespons berbagai persoalan masyarakat.
Sementara itu, menjelang pelaksanaan konferensi, panitia juga telah memperkenalkan logo resmi Konferwil V. Logo tersebut memadukan sejumlah simbol perjuangan organisasi dengan identitas budaya NTT, antara lain bintang, kepalan tangan, gerigi, Sasando dan Danau Kelimutu.
Konferwil V EW LMND NTT dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 10-12 Oktober 2026, di Kefamenanu. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama bagi anggota dari berbagai daerah untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan program kerja untuk periode mendatang.*(PT)