Herdin Ndiwa Sebut Johni Doy sebagai Alumni Istimewa Recis Bajawa
HARIAN FLORES.COM - BAJAWA -
Kepala SMA Swasta Katolik Regina Pacis (Recis) Bajawa, Hendrianto Emanuel Ndiwa atau Herdin Ndiwa, menyebut Johni Doy sebagai salah satu alumni istimewa sekolah tersebut.
Hal itu disampaikan Herdin saat menerima kunjungan Johni Doy di SMA Regina Pacis Bajawa, Senin (5/10/2026).
Menurut Herdin, Johni Doy disebut sebagai alumni istimewa karena telah menetap dan bekerja di Kanada selama lebih dari 30 tahun, namun tetap memiliki perhatian terhadap almamaternya.
Johni Doy juga disebut sering kembali ke Bajawa untuk mengunjungi keluarga sekaligus menyempatkan diri bertemu dengan keluarga besar SMA Regina Pacis.
“Kita percaya bahwa Bunda Maria Regina Pacis akan selalu menuntun alumni untuk kembali ke Recis Bajawa,” ujar Herdin kepada Media ini Kamis, (8/10/2026)
Herdin mengatakan, pertemuannya dengan Johni Doy membahas pentingnya berbagi pengalaman hidup kepada para guru dan siswa. Menurutnya, pengalaman Johni selama tinggal dan bekerja di Kanada dapat menjadi motivasi bagi generasi muda.
Ia menilai pengalaman tersebut akan sangat bermanfaat apabila dibagikan secara langsung kepada siswa SMA Regina Pacis Bajawa.
“Siswa-siswi merupakan generasi yang hebat dan mendapat motivasi dari orang hebat. Sharing pengalaman hidup yang diberikan akan sangat berguna bagi generasi muda,” katanya.
Herdin menjelaskan, saat ini jumlah siswa SMA Regina Pacis Bajawa lebih dari 1.200 orang. Sekitar 58 persen di antaranya berasal dari keluarga yang orang tuanya bekerja sebagai petani.
Dari kelompok tersebut, terdapat siswa yang menghadapi kondisi ekonomi dan keluarga yang cukup sulit, termasuk siswa yang telah kehilangan salah satu orang tua maupun berasal dari keluarga broken home.
Kondisi itu, kata Herdin, menjadi salah satu alasan sekolah tetap mempertahankan komitmen untuk berpihak kepada masyarakat kecil dan kelompok yang terpinggirkan.
Menurutnya, SMA Regina Pacis sejak awal memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas dengan pelayanan dan biaya yang tetap terjangkau masyarakat.
“Boleh elit dalam mutu, namun populis dalam pelayanan dan biaya yang terjangkau,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Johni Doy juga memberikan bantuan beasiswa kepada 15 siswa SMA Regina Pacis Bajawa.
Salah satu penerima beasiswa, Maria Anggriani Yua, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia menilai beasiswa yang diberikan bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi harapan dan penyemangat bagi siswa untuk terus belajar.
“Kebaikan, perhatian dan kemurahan hati yang diberikan ini sungguh sangat membantu,” kata Maria.
Ia mengatakan, setiap siswa memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Sebagian siswa hidup dalam keterbatasan ekonomi, kehilangan salah satu orang tua, bahkan ada yang tidak lagi memiliki kedua orang tua.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah dalam meraih cita-cita.
Menurut Maria, persoalan finansial menjadi salah satu tantangan dalam menempuh pendidikan. Karena itu, bantuan beasiswa tersebut sangat membantu meringankan beban sekaligus memberikan motivasi kepada penerima untuk terus berprestasi.
Maria bersama penerima beasiswa lainnya berkomitmen menjaga kepercayaan yang diberikan dengan terus belajar dan berjuang meraih cita-cita.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak SMA Regina Pacis Bajawa yang telah menetapkan dirinya dan teman-temannya sebagai penerima beasiswa dari Johni Doy. (*)